Cintailah Al-Qur'an

Abbas Sahabat 05 Agustus jam 16:58 Balas
Perhatikanlah, wahai saudaraku!
Allah telah memberikan izin kepadamu untuk bermunajat kepadaNya. Dengan demikian, berarti Allah telah memberikan rahasia cintaNya kepadamu. Dan al Qur`an, merupakan bukti kecintaanNya. Karena al Qur`an memberikan petunjuk tentang Allah dan yang dicintaiNya. Maka, tentu cinta kepadaNya merupakan jalan hati dan akal untuk mengetahui sifat-sifat Allah dan hal-hal yang dicintaiNya. Melalui al Qur`an, kita bisa mengetahui nama-namaNya, apa yang layak dan yang tidak layak bagiNya, serta (mengetahui) secara rinci syari’at yang diperintahkan dan yang dilarang Allah, dan mengantarkan seseorang menuju cinta dan ridhaNya.

Oleh karena itu, ada di antara para sahabat berusaha untuk mendapatkan kecintaan Allah dengan membaca satu surat. Dia renungi dan dia cintai; yaitu surat al Ikhlash, yang mengandung sifat-sifat Allah. Dia selalu membacanya dalam shalat yang ia lakukan. Ketika ditanya tentang hal itu, ia menjawab : “Karena ia merupakan sifat Allah, dan aku sangat suka menjadikannya sebagai bacaan”. Mendengar jawaban itu, Nabi bersabda :

أَخْبِرُوهُ أَنَّ الله يُحِبُّهُ

“Beritahukan kepadanya, bahwa Allah mencintainya”.
Orang yang mencintai al Qur`an, mestinya cinta kepada Allah Azza wa Jalla, karena sifat-sifat Allah terdapat di dalam al Qur`an. Dan semestinya, ia juga cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliaulah yang menyampaikan al Qur`an.

‘Abdullah bin Mas’ud berkata,”Barangsiapa yang mencintai al Qur`an, maka ia akan cinta kepada Allah dan RasulNya.”
Bukti terbesar cinta kepada al Qur`an, yaitu seseorang berusaha untuk mehamami, merenungi dan memikirkan makna-maknanya. Sebaliknya, bukti kelemahan cinta kepada al Qur`an atau tidak cinta sama sekali, yaitu berpaling tidak merenungi maknanya. Allah Azza wa Jalla mencela orang munafik, karena tidak merenungi al Qur`an dengan firmanNya :

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al Qur`an? Sekiranya al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka sudah mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya”. [an Nisaa`/4 : 82] ..

Sesungguhnya di antara sebab yang bisa mendatangkan kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah membaca al Qur`an dengan khusyu’ dan berusaha memahaminya. Sehingga tidak mengherankan, apabila kedekatan dengan al Qur`an merupakan perwujudan ibadah yang bisa mendatangkan cinta Allah.

Ujian Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
"Sungguh Allah akan menguji kamu dengan berbagai cobaan, sebagaimana kamu menguji (membakar) emas dengan api. Ada orang yang keluar (dari ujian tersebut) seperti emas murni, orang itulah yang dilindungi Allah dari kejelekan; ada juga orang yang keluar seperti emas yang tidak murni, orang itu masih dipenuhi keraguan; dan terakhir ada orang yang keluar seperti emas hitam, orang itulah yang terkena fitnah (siksa)." (HR .Al Hakim dalam al-Mustadrak dan dia menganggapnya shahih no 7878. Hadits ini diriwayatkan juga oleh ath-Thabrani dalam al-Mu'jam)


Pernah Anda mengamati begaimana emas dibakar dengan api? Jika menginginkan emas murni 24 karat, Anda harus memanggangnya di atas api yang lebih besar.Diantara manusia itu ada yang keluar (dari ujian) bak emas murni, yaitu emas yang bersih dan bening seketika. Adakah di antara kita orang yang keluar seperti emas murni tersebut? Jika ada, berarti ialah orang yang dilindungi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Ada lagi orang yang keluar (dari ujian tersebut) dalam keadaan bingung,
suatu saat ia memuji Allah dan di lain kesempatan dia kembali kepada
kebiasaannya (bermaksiat). Ada lagi tipe orang yang keluar seperti emas yang hitam pekat yang sudah menjadi arang. Golongan manusia jenis inilah yang terlaknat.


Di hari kiamat setiap kita akan ditanya. Nah, seperti apakah Anda? Termasuk Jenis emas manakah Anda? murni, campuran, atau...??


Mungkin kita tidak pernah mengalami musibah seperti yang dialami Nabi Yaqub as. Meskipun Allah sangat menyayanginya, Dia tetap mengujinya. Kalau Allah menguji Anda dengan suatu musibah, janganlah mengatakan, "Sungguh, Allah sedang murka kepadaku." Ya Allah, mengapa Engkau menimpakan ini kepadaku?" Janganlah sekali-kali Anda mengucapkan kata-kata itu, karena sesungguhnya Allah menyayangi Anda. Mungkin Anda mempunyai dosa yang Anda tanggung hingga Anda masuk neraka Jahannam. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menginginkan Anda masuk neraka. Allah hendak menyucikan diri Anda dan memasukkan Anda ke dalam surge-Nya. Karena itu, Allah menguji Anda dengan musibah. Pada hari kiamat, Allah menginginkan Anda berdiri tegak di hadapan-Nya. Untuk itu, Allah terlebih dahulu menyucikan diri Anda di dunia ini.